Daftar Blog Saya

Senin, 18 Agustus 2014

Gitapati nasional terbaik

Si Manis Nadya Peraih Gitapati Terbaik Nasional
Si Manis Nadya Peraih Gitapati Terbaik Nasional
Renadya
Ponjong,(sorotgunungkidul.com)--Parasnya yang ayu dan postur tubuhnya yang indah menjadi nilai plus gadis cilik ini mendulang prestasi sebagai gitapati atau orang yang memimpin sebuah grup drumband termasuk di dalamnya juga mayoret.

Gadis manis itu adalah Renadya Muflih Fisabililah (14) warga Tanggulangin, Genjahan, Ponjong. Siswa kelas IX SMP N 1 Karangmojo itu belum lama mampu meraih gelar sebagai gitapati terbaik dalam kejuaraan nasional antar klub drumband atau marching band Hamengku Buwono Cup 2014 (HB CUP 2014) di GOR Amongrogo.

Nadya, biasa dipanggil bersama grup drum band Bahana Nada SMEPSAKA didikan pelatih Sidik Jepri, Rinto dan Nuri ini sebelumnya dikirim oleh Kabupaten Gunungkidul setelah menjadi nominasi mayoret terbaik tingkat kabupaten.

"Kuncinya tampil percaya diri, energik dan selalu tersenyum," kata gadis yang terinspirasi menjadi mayoret atau gita pati dari kakaknya Renidya Asyura MDF (20) yang sejak kecil juga menggeluti drumband ini.

Prestasi lain yang berhasil diraih Nadya bersama grup drum bandnya diantaranya juara I Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat kabupaten, disitu Nadya memegang kendali sebagai mayoret terbaik. Selanjutnya dalam event Lomba Unjuk Gelar (LUG) yang menghantar dia sebagai gitapati terbaik tingkat kabupaten.

Gadis kelahiran Gunungkidul, 21 Desember 1999 ini mulai merambah dunia drum band sejak masih duduk di kelas III SD N Ponjong 2. Meski sering tampil di berbagai event dan waktunya terforsir untuk latihan, nilai akademisnya tetap tidak dinomor duakan. Nadya tetap mempertahankan prestasi akademiknya dan selalu masuk 10 besar baik itu saat masih duduk di bangku SD maupun SMP.

"Kegiatannya tidak mengganggu belajar dan prestasi akademik anak saya. Selama dia senang, kegiatan apa saja yang saya nilai positif saya selalu mendukung," kata Jumantoro, ayahanda Nadya.

Menurut gadis yang bercita-cita menjadi seorang dokter sama seperti profesi ayahnya saat ini, dalam penampilannya ia masih mengakui banyak kekurangan. Diantaranya adalah dia belum bisa sempurna membulatkan suaranya. Namun ia terus berlatih untuk bisa lebih mengembangkan sayapnya di dunia drum band.

Termasuk ibundanya, juga selalu mendukung kegiatan yang ditekuni oleh putri-putrinya. Terbukti, setiap kali tampil, ibunya selalu merancangkan kostum yang cantik untuk putrinya tersebut.

"Kita hanya terus mendukung dan menfasilitasi keinginan anak," kata Jumantara.
source : sorotgunungkidul.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar